
Pada 2 Juni 2025, Hewlett Packard Enterprise (HPE) memperkenalkan dua platform compute baru dalam lini fault-tolerant-nya: yaitu HPE Nonstop Compute NS5 X5 (entry-class) dan HPE Nonstop Compute NS9 X5 (flagship).
Keduanya dirancang untuk menjawab kebutuhan beban kerja mission-critical seperti pemrosesan pembayaran, deteksi penipuan, sistem produksi manufaktur cerdas (MES), dan lingkungan yang tidak toleran terhadap downtime.
Platform Nonstop@ HPE punya reputasi panjang untuk menyediakan ketersediaan ekstrem — sistem dengan level AL4 oleh IDC, yang berarti downtime sangat minimal (99,999 % atau lebih) untuk aplikasi-kritikal. Dengan NS5 X5 dan NS9 X5, HPE melanjutkan komitmennya terhadap “zero unplanned downtime” dalam lingkungan bisnis yang sangat memerlukan kontinuitas operasional.
Keduanya kini mendukung hingga 8 TB memori DDR5 dalam konfigurasi tertinggi — dua kali lipat dari generasi sebelumnya. NS9 X5 menyajikan peningkatan jaringan (network bandwidth) hingga 2,5× dibanding generasi sebelumnya, serta konektivitas Fibre Channel 32 Gb untuk integrasi storage eksternal.SKU prosesor: NS5 X5 menggunakan Intel Xeon Bronze 3400 series; NS9 X5 menggunakan Intel Xeon Gold 6400 series. HPE menyebut bahwa performa sistem bisa naik “hingga ~15%” dibanding generasi sebelumnya dalam konfigurasi yang sama.
Salah satu kekuatan HPE Nonstop ialah kompatibilitas dengan generasi sebelumnya — NS9 X5 dapat dikluster bersama dua generasi sebelumnya dari platform Nonstop tanpa memerlukan migrasi besar yang mengganggu operasional. Ini memungkinkan organisasi yang telah berjalan dengan sistem HPE Nonstop untuk melakukan upgrade secara bertahap, tanpa downtime besar.
Produk ini tersedia standalone ataupun melalui model konsumsi berbasis layanan, yakni via HPE GreenLake, memungkinkan perusahaan memilih model investasi yang lebih fleksibel dan sesuai tren hybrid cloud.
Bank, pengolahan transaksi kartu, pemrosesan real-time. HPE menyebut bahwa 6 dari 10 bank full-service global menggunakan Nonstop untuk fungsi inti mereka.
Integrasi lintas pabrik, eksekusi produksi real-time, analitik cepat. Peningkatan memori dan bandwidth sangat membantu untuk skenario ini.
Aplikasi yang harus beroperasi tanpa henti dengan volume transaksi atau event sangat besar.
Seperti sistem inti perbankan, telekomunikasi, sistem otomasi inti, dsb.
Sebagai seorang jurnalis yang memandang dari sudut pembaca di Indonesia, beberapa hal yang patut diperhatikan:
Meski solusi ini menawarkan ketersediaan tinggi, investasi untuk hardware, lisensi, integrasi, dan layanan 24×7 bisa sangat besar. Organisasi harus jelas tentang ROI, seberapa besar potensi kehilangan jika sistem berhenti vs biaya untuk “non‐stop” ini.
Untuk memanfaatkan bandwidth, memori, dan konektivitas tinggi, diperlukan jaringan internal data-center yang memadai (misalnya 25 GbE/100 GbE, sambungan storage Fibre Channel, kabel optik). Di banyak lokasi di Indonesia, ini mungkin menjadi bottleneck.
Salah satu keunggulan adalah kompatibilitas backward-nya, namun tetap memerlukan perencanaan matang agar migrasi berjalan mulus tanpa gangguan operasional.
Model via GreenLake memberikan fleksibilitas tetapi perlu dipastikan regulasi lokal, pajak, dan kontrak layanan mendukung secara lokal.
Tim TI harus siap dengan disiplin operasional dan prosedur untuk lingkungan fault-tolerant, bukan sekadar hardware upgrade, tetapi juga proses, monitoring, backup, recovery, dan manajemen risiko.
Peluncuran HPE Nonstop Compute NS5 X5 & NS9 X5 menegaskan komitmen HPE dalam segmen “always-on” enterprise computing. Dengan peningkatan signifikan dalam memori, bandwidth, dan konsumsi model layanan, HPE menawarkan solusi yang sangat menarik bagi organisasi yang tidak bisa kompromi soal ketersediaan.
(Sumber : www.hpe.com)
Business Park Kebon Jeruk Blok C1-12, RT.1/RW.5, Meruya Utara,
Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11620
Phone : +62 21 570 4789, Email : support@cssjakarta.com
© 2023 PT. CITRA SENTOSA SOLUSINDO
All rights reserved
© 2023 PT. CITRA SENTOSA SOLUSINDO
All rights reserved